Ditargetkan Eliminasi TB Tahun 2030

 

Bintuni,Sorotpapua.net – meningkatkan cakupan, penemuan dan pengobatan kasus Tuberkulosis (TB) agar mencapai target eliminasi TB pada tahun 2030 di Papua Barat. Dinas Kesehatan Papua Barat mengadakan Workshop Refreshment, tentang Penemuan serta Pengobatan TB, bagi Pengelola Program TB Kabupaten/Kota dan petugas TB di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Puskesmas dan Rumah Sakit Se-Papua Barat.

Giat yang berlangsung pada tanggal 11-13 Mei 2023 di Aston Niu Hotel Manokwari tersebut, memperoleh anggaran dari Global Fund Komponen TB, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola program TB, petugas TB terkait penemuan dan pengobatan pasien TB Sensitif Obat (TB SO), TB Resisten Obat (TB RO) dan TB laten baik pada kasus anak maupun dewasa.

Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencatatan dan pelaporan program TB melaui Sistim Informasi TB (SITB) dan monitoring sekaligus evaluasi capaian program TB di Papua Barat. Hal tersebut seperti disampaikan dr. Wiendo, Sp.P, FAPSR, FISR yang juga sebagai salah satu pemateri pada kegiatan dalam siaran persnya. Senin (15/5/2024).

Dijelaskan dr.Wiendo Workshop Refreshment TB diikuti peserta berasal dari kabupaten Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Kaimana, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Manokwari.

Selain itu panitia Workshop juga mengundang dr.Feliks Duwit,MSc, MPH, Sp.PD (Manokwari) untuk memberikan materi tentang kebijakan penanggulangan TB laten, penemuan kasus TB laten dan komunikasi yang efektif. Kemudian dr. Maria Warwe, Sp,A (Manokwari) untuk memberikan materi tentang diagnosis dan tatalaksana TB Sensitif Obat dan TB Resisten Obat pada anak.

dr. Wiendo, Sp.P, FAPSR, FISR sendiri merupakan anggota IDI Cabang Teluk Bintuni yang juga ikut diundang sebagai narasumber untuk memberikan materi tentang : Strategi Penanggulangan TB tahun 2020-2024. Diagnosis dan Tatalaksana TB sensitif obat peranan Puskesmas dalam manajemen terpadu TB Resisten Obat, sekaligus dalam pemberian terapi pencegahan Tuberkulosis (TPT) dan Monitoring Klinis Pemberian TPT Praktek Uji Tuberkulin.

Dengan metode pembelajaran terdiri dari pre test dan post test, presentasi materi, tanya jawab, diskusi terkait kasus TB SO, TB RO, TB laten pada anak dan dewasa dan praktek penyuntikan uji tuberkulin oleh peserta Workshop. Peserta Workshop terlihat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan dan ketika mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Panitia Workshop memberikan hadiah kepada setiap peserta yang berpartisipasi aktif dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber(..)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *