Paska Seminar Nasional Diharapkan Tidak Ada Lagi Kubu PK dan AM,Yang Ada Semangat Kebersamaan

Bintuni,Sorotpapua.net – Sebenarnya pertemuan antara mantan Bupati Periode 2005 – 2015,drg Alfons Manibuy.DESS dan Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT sudah beberapa kali.Namun untuk pertemuan resmi dalam menyampaikan visi dan pengalaman untuk kemajuan tanah Sisar Matiti kedepan ini baru pertama kali yang digagas Perkumpulan Bin Madag Hom di GSG,Rabu(31/5/2023)

Pada Seminar dan Diskusi tersebut,Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT membawakan materi : “Membangun Teluk Bintuni sebagai Lokomotif di Papua Barat”.Sementara  drg. Alfons Manibuy, DESS Bupati Teluk Bintuni 2005 – 2015 menyampaikan pandanganya tentang Produktivitas Masyarakat untuk Teluk Bintuni  lebih baik.

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT saat menyampaikan sambutanya pada pembukaan Seminar Nasional dan Diskusi mengatakan,semua yang hadir dalam seminar Nasional dan Diskusi tersebut untuk berdiskusi dan mendengarkan arahan dari pakar.

“Dimana kita ingin Bintuni seperti apa hari ini dan kedepan. Dan pada kesempatan baik ini saya senang sekali karena mungkin selama ini masing-masing orang atau anak Bintuni berjalan dengan cara pandangnya sendiri-sendiri itu juga baik tetapi tidak banyak bermanfaat.

Terkait hal itu, hari ini luar biasa dimana kami saya dan pak Alfons Manibuy hadir untuk memberikan masukan, nasehat dan arahan  berdasarkan pengalaman-pengalaman yang kami berdua miliki.

Saya dengan Pak Alfons Manibuy memiliki sejumlah pengalaman dimana beliau lebih lama memimpin Teluk Bintuni yaitu 3 tahun sebagai Sekda dan 10 tahun sebagai Bupati Teluk Bintuni dan memiliki pengalaman yang luar biasa.

Sementara saya pernah 3 tahun di Teluk Bintuni sebagai Kepala Bappeda dan sebagai Bupati Teluk Bintuni 7 tahun nanti pada tanggal 18 Juni 2023 baru genap 7 tahun memimpin dan melayani masyarakat Teluk Bintuni.

Tentunya kita berdua memiliki sejumlah pengalaman sehingga saya berharap adik-adik mari belajar banyak sejumlah kepemimpinan dimana saya dan beliau akan memberikan sejumlah masukan dan pengalaman kami untuk kami tinggalkan buat generasi-generasi kedepan,” tutur Bupati

Pada saat dirinya memberikan pernyataan pembuka pada acara Seminar Nasional dan Diskusi yang berlangsung di Gedung Serba Guna Bintuni distrik Bintuni.

Bupati Teluk Bintuni itu mengatakan, kalau kita cerita masa lalu pasti tidak ada yang sempurna dimana ada lebih, ada kurang. “Tetapi kalau kita bercerita tentang masa depan  maka mau dibawa kemana daerah ini. Dan siapa yang nanti bawah daerah ini kedepan.

Sebagai pemimpin kepala daerah Bapak Alfons sudah berakhir. Dan kaka Pit sebentar lagi akan berahir karena tidak ada yang abadi.

Oleh karena itu kami dua akan menunjukkan kepada adik-adik semua kepada generasi muda karena besok kalian yang akan melanjutkan memimpin daerah ini.

Dimana waktu kami akan berakhir sebagai Bupati tetapi kita berdua masih ingin mengabadi kepada bangsa dan negara sepanjang masih diperlukan.

Dan bahkan kita tidak jadi apapun kita masih ingin menyumbangkan  apa yang ada dalam diri kami untuk daerah ini lebih khusus Teluk Bintuni sampai Tuhan berkenan memanggil pulang,” ujar Bupati

Pada kesempatan yang baik ini, kata Bupati Petrus Kasihiw mari sama-sama bercerita  mau dibawah kemana Bintuni ini kedepan. “Hari ini kita duduk bicara saya senang pertemuan seperti ini. Daripada ada yang bikin gerakan tambahan di luar sana. Itu merupakan hal-hal yang kurang bagus.

Pada forum seperti ini  kita tampil memberikan pandangan dan juga mungkin ada nilai akademisnya.

Dimana kita tidak pernah mengetahui kebersamaan itu kalau kita tidak pernah duduk bersama. Kebersamaan ini dibangun kalau kita punya komitmen untuk bersama-sama kumpul bersinergi untuk merencanakan yang terbaik bagi daerah ini.

Dan pada kesempatan ini saya juga berterima kasih kepada panitia LSM Bin Madag Hom yang telah berupaya mengumpulkan kita semua dan kita semua berkumpul itu merupakan hal yang luar biasa.

Ditempat yang sama, drg. Alfons Manibuy. DESS Bupati Teluk Bintuni Periode 2005-2010 dan 2010-2015 dalam memberikan pernyataan pembuka mengatakan selamat berjumpa kembali saudara-saudaraku. “Kebersamaan ini yang dinanti-nantikan dan diharapkan oleh kita semua.

Saya bersama Pak Pit kita bisa hadir bersama-sama dihadapan semua berpegang tangan, saling merajut hati serta menyatukan pikiran bersama-sama dengan saudara-saudara semua untuk apa untuk anak cucu kita kedepan.

Supaya suatu saat tampil lebih cepat dari semua kabupaten yang ada di Papua Barat. Dan saya paling bahagia dan bersama Bapak Bupati sangat menghargai kegiatan ini.

Karena kita dua bisa tampil sama-sama dalam forum resmi ini untuk yang pertama kali. Tentunya yang datang iniada kelompok biru dan kelompok kuning. Tadi ketua panitia katakan di sini jangan ada yang bicara komposisi warna. Tetapi kita serempet-serempt sedikit pasti ada kubu PK dan AM.

Itu sebetulnya yang kita dua maksudkan sampai sebuah titik temu dari setiap pergerakan yang ada Bapak Bupati dan saya sampai di titik temu bagaimana kami berdua bersama-sama saudara-saudaraku semua untuk berjuang.

Serta berpikir dan berperan bersama-sama untuk memajukan kita punya kampung Bintuni yang saat ini sudah berubah menjadi kota yang akan dicatat dimasa depan.

Titik temu terakhir itulah yang kita sepakati dan untuk itulah pada hari ini kita memulai dengan Seminar Nasional dan Diskusi namun sesungguhnya kita berdua ingin menyampaikan visi dan pengalaman dalam sebuah momentum pergerakan bersama-sama memajukan kabupaten ini.

Sehingga tidak ada lagi kubu PK dan kubu AM itu kalian simpan saja di dalam hati. Tetapi dalam kesempatan ini pikiran dan pergerakan kita bergandengan tangan kita singkirkan perbedaan demi negeri ini.

Maka Kapolres dan Dandim tugasnya akan lebih mudah dan medsosnya kita bukan lagi berisi cacian, makian marah satu dengan lain. Tetapi lebih berpikir menyampaikan gagasan, ide serta pandangan bersama  supaya kita jangan kalah dari kabupaten lain.

Kalau tidak kita akan ribut terus dan akan buang-buang energi saja dimana yang satu berkelahi yang tentunya tidak memberi manfaat bagi kemajuan daerah.

Untuk itulah kali  ini kita memulai suatu pergerakan sesuatu yang baru dengan harapan mari kita jalan dengan kebersamaan karena saya dan pak Pit nanti selesai Bupati maka kita dua jadi orang tua.

Dan mudah-mudahan Tuhan sayang beliau ke tempat yang lebih tinggi dan saya ke tempat yang lebih tinggi.

Terlepas dari semua perbedaan-perbedaan hati dan pikiran kita dua saudah sampai di suatu titik kemudian bersama-sama berperan untuk memajukan kota kita ini. Dan dengan kebersamaan ini maka akan jauh lebih cepat membangun daerah ini,” papar Alfons Manibuy(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *