Tarik Ulur Kasus Ilegal Logging,Kejari Teluk Bintuni ,Sudah P21 Tapi Belum Penyerahana Terduga Tersangka dan BB

Bintuni,sorotpapua.net – Kasus Ilegal logging di Dagu Distrik Meydo yang menyeret tiga orang tersangka sampai saat ini masih menjadi Tarik ulur antara Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni dan Polres Teluk Bintuni.

Kasus ilegal logging yang menyita perhatian masyarakat Teluk Bintuni dan sempat menjadi viral kini kelanjutanya masih dalam tanda Tanya.

Kasus illegal logging terkuak tanggal 5 september 2023.Dan Polres Teluk Bintuni saat itu sudah menetapkan tiga orang tersangka,yakni IZ,GK dan JS

Saat itu ditemukan sebanyak 3116 batang kayu olahan dengan total kubikasi 215 kubik(penghitungan oleh CDK Teluk Bintuni) dibelakang rumah IZ

Para tersangka diduga mengumpulkan kayu olahan untuk di jual ke Surabaya Provinsi Jawa Timur.Hasil kayu yang dikumpulkan teruduga tersangka yaitu kayu rebah atau NPL tersebut sudah dihapus dengan Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehuatanan dengan nomor : S.408/menlhk 2018 tentang penghapusan status kayu non police line(NPL).

Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni,Jhoni A.Zebuah SH,MH saat dikonfirmasi wartawan,Jumat(8 Maret 2024)lalu mengatakan,kasus ilegal loging sudah P21 tetapi belum tahap II.

“Belum ada penyerahan ketiga tersangka dan Barang Bukti(BB) sehingga kewenanganya masih di pihak Kepolisian,Ujar Kejari

Namun yang menjadi pertanyaan kenapa dalam kasus Rasman Siregar(besi tua) BB tidak perlu digeser tapi hanya penyerahan BB di Tempat Kejidian Perkara(TKP).Sehingga menjadi pertanyaan besar kenapa BB kasus dugaan ilegal loging tidak perlu digeser seperti BB  dalam kasus Rasman Siregar?

Untuk itu diperlukan keseriusan kedua institusi penegak hukum ini dalam menangani  kasus ilegal loging yang sempat menghebohkan masyarakat Teluk Bintuni thun 2023 lalu.Keseriusan juga diperlukan agar masyrakat tidak berprasangka yang kurang bagus  terhadap dua institusi terebut

Sementara itu,Kapolres Teluk Bintuni,Choirudin Wahid melalui Kasat Serse IPTU Tomi Samuel Marbun saat konfrensi pers dengan wartawan  di aula Ananta Polres Teluk Bintuni 2023 lalu,mengungapkan kasus ini merupakan informasi dari masyarakat pada tanggal (17/8/2023)selanjutnya penyidik melakukan penyidikan di kampung Dagu Distrik Meyado Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat”kata Tomi Marbun(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *